Prancis Pada Warga Muslim: Tak Terima Karikatur Nabi Muhammad & Kebebasan Berpendapat Silakan Pergi

- 21 November 2020, 21:45 WIB
Kasus covid 19 di Prancis alami penurunan.* /

POJOKNEWS - Sikap pemerintah Prancis terhadap warga muslimnya kian keras. Pemerintah menyatakan, semua warga harus menerima kebebasan berpendapat di negara tersebut.

Termasuk jika menolak adanya karikatur menggambarkan Nabi Muhammad, dipersilakan tinggalkan Prancis.

Kebijakan ini tentu saja semakin menyudutkan umat Muslim di Prancis. Pemerintah Prancis pun terlihat semakin keras, terutama kepada pendatang muslim di negera tersebut.

Sikap keras tersebut dibarengi dengan perangkat hukum yang siap mempidanakan siapa saja yang menentang adanya kebebasan berpendapat di Negara Eropa dengan bangunan Menara Eiffel yang terkenal.

Dengan tegas Menteri Dalam Negeri Prancis Gerald Darmanin menyatakan, jika keluarga imigran Muslim di negaranya akan dideportasi jika tak menerima kebijakan soal karikatur Nabi Muhammad SAW.

Baca Juga: 3 Bocah di Langkat Sudah 33 Hari Hilang di Perkebunan Kelapa Sawit, Keluarga Yakin Masih Hidup

Sebagaimana dikutip dari pikiran-rakyat dengan judul artikel, “Prancis Ancam Deportasi Semua Muslim yang Menolak Karikatur Nabi Muhammad SAW”, disebutkan ancaman keras soal karikatur Nabi Muhammad SAW terhadap keluarga imigran Muslim itu diungkapkan Mendagri Prancis di Radio French Europe 1.

Gerald Darmanin menegaskan kalau karikatur Nabi Muhammad SAW di sekolah adalah bagian dari kebebasan berpendapat Prancis yang tak bisa diindahkan seorang Muslim pun.

Muslim yang menolak dan menentang guru untuk menampilkan karikatur Nabi Muhammad SAW akan digugat oleh Pemerintah Prancis ke pengadilan.

Halaman:

Editor: Amir Hamzah


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X