Pasangan Muda Nikahlah Tahun Ini! Pemerintah Siapkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Untuk Pengantin Rp3.5 Juta

- 5 Maret 2021, 18:23 WIB
Sepasang pengantin mempersiapkan diri sesaat sebelum prosesi pernikahan masal di atas altar di ketinggian di area wisata Taman Love di Soreang, Kabupaten Bandung, Sabtu 26 September 2020. Pernikahan masal yang digagas oleh Senyum Indonesia, dengan tema SeptemberCinta, sebagai bentuk kepedulian kepada mereka yang mengalami kendala, tatkala ingin melangsungkan pernikahan di masa pandemi.
Sepasang pengantin mempersiapkan diri sesaat sebelum prosesi pernikahan masal di atas altar di ketinggian di area wisata Taman Love di Soreang, Kabupaten Bandung, Sabtu 26 September 2020. Pernikahan masal yang digagas oleh Senyum Indonesia, dengan tema SeptemberCinta, sebagai bentuk kepedulian kepada mereka yang mengalami kendala, tatkala ingin melangsungkan pernikahan di masa pandemi. /ADE MAMAD SAM/

POJOKNEWS - Pasangan muda yang ragu untuk menikah tahun ini, buanglah keraguan. Pasalnya pemerintah akan mengeluarkan Bantuan Langsung Tunai atau BLT untuk pengantin melalui program Kartu Prakerja yang dikhususkan untuk para calon pengantin.

Sekretaris Menteri Koordinator (Sesmenko) Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Y.B Satya Sananugraha mengatakan, percepatan implementasi program Kartu Prakerja bagi calon pengantin diperlukan untuk mencegah munculnya keluarga miskin baru.

Program BLT untuk pengantin tersebut direncanakan akan dipercepat implementasinya sehingga bisa diterapkan pada tahun ini.

Mengingat, berdasarkan data jumlah penduduk miskin pada Maret 2020 sebesar 9,78% atau meningkat 0,56% poin dari September yang berjumlah 24,79 juta orang. Sedangkan jumlah angkatan kerja di Indonesia saat ini sebanyak 138,22 juta orang dengan jumlah pengangguran 9,77 juta orang.

Baca Juga: Jangan Posting Sertifikat Vaksinasi ke Medsos! Lho Mengapa?

"Kartu Prakerja ini merupakan jenis bantuan dari pemerintah untuk calon pengantin yang ingin menikah. Harapannya setelah menikah mereka akan mempunyai kehidupan ekonomi yang baik sehingga tidak lahir keluarga miskin baru," kata Satya Nugraha dalam keterangan resminya, Jumat (4/3/2021).

Nantinya, pemerintah akan mencari daerah yang bakal dijadikan pilot project atau proyek percontohan. Khususnya, daerah dengan tingkat kemiskinan tinggi atau angka pengangguran yang tinggi akibat terdampak Covid-19 dan belum tersentuh bantuan pemerintah baik reguler maupun non reguler.

Baca Juga: Enam Polwan Brimob Terbaik Dikirim ke Papua Perkuat Operasi Nemangkawi

Selain itu, nantinya juga akan dilakukan integrasi dan sinkronisasi data calon pengantin yang tergolong miskin yang ada di Kementerian Sosial, Kementerian Agama, maupun Data Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil).

"Bila diperlukan misalnya Perpres, Permen, atau surat edaran bersama sebagai aspek legal maka ini harus disiapkan agar yang menjadi amanat dari Pak Menko terkait Kartu Prakerja bagi catin bisa segera diimplementasikan," jelasnya.

Berdasarkan laporan perwakilan dari Kementerian Ketenagakerjaan, pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp10 triliun untuk semester I tahun 2021 dengan total kuota sebanyak 2,7 juta orang. Namun demi pemerataan, 1 kepala keluarga (KK) maksimal hanya 2 orang penerima Kartu Prakerja.

Baca Juga: Bahagia BIsa Kembali Bermain Bersama Tottenham Hotspur, Mourinho: Masa Depan Bale Tergantung Real Madrid

Sementara, telah ada dasar hukum untuk pendaftaran Kartu Prakerja yang akan dilakukan secara luring yaitu Perpres 76/2020 dan turunan Permenko 11/2020 dan Permenaker 17/2020. Dengan demikian, untuk proses pendaftaran telah bisa dilakukan tidak hanya secara daring, tetapi juga secara luring.

Sebagai informasi, BLT Prakerja saat ini disalurkan sebesar Rp3,55 juta dengan rincian Rp600.000 untuk biaya pelatihan setiap bulan selama empat bulan atau total Rp2,4 juta dan Rp1 juta sebagai insentif biaya pelatihan dan Rp150 ribu sebagai biaya survei.

Halaman:

Editor: Amir Hamzah


Tags

Terkini

X