Indomaret dan Alfamart Masih Terlarang di Sumatera Barat, Ini Alasannya!

- 13 April 2021, 20:42 WIB
Wakil Gubernur Sumbar Resmikan Nagari Mart
Wakil Gubernur Sumbar Resmikan Nagari Mart /Antara/

POJOKNEWS - Orang di luar Sumatera Barat (Sumbar) banyak yang tak tahu jika retail macam Indomaret dan Alfamart di Sumbar dilarang beroperasi. Banyak yang bertanya-tanya mengapa dua toko retail ternama di Indonesia itu tak ada di Sumbar.

Hingga saat ini Pemerintah Provinsi Sumbar memastikan akan tetap berkomitmen memberlakukan pelarangan beroperasinya retail Indomaret dan Alfamart di Sumbar sebagai upaya melindungi UKM dan pengusaha lokal.

"Kami tetap konsisten dengan kebijakan itu karena ini merupakan sesuatu yang positif untuk Sumbar," kata Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy di Padang, Senin (12/4/2021), usai menghadiri peresmian retail Nagari Mart Sungai Pisang, Kasang.

Dikutip dari Antara Wagub Sumbar menjelaskan, kebijakan ini mendapatkan respon positif dari berbagai kalangan di luar Sumatera Barat dan ia berharap pengusaha lokal yang bergerak di bidang retail mengambil peluang ini.

Baca Juga: Masyarakat Bisa Mudik Sebelum Tanggal Larangan Mudik 2021, Asal Bawa Surat Keterangan Sehat

"Sebenarnya kalau mau buat usaha retail di Sumbar peluangnya besar karena Indomaret dan Alfamart tidak ada," ujarnya.

Ia memastikan lewat kebijakan ini bukan bearti Sumbar menutup diri dari investasi luar namun memberikan peluang bagi pelaku usaha ritel lokal berkembang.

Audy menilai kunci keberhasilan usaha ritel adalah dikelola dengan baik mulai dari operasional, sumber daya manusia dan lainnya. "Semua harus punya standar operasional prosedur yang baik dan terstandar," katanya lagi.

Baca Juga: Operasi Keselamatan Lodaya Digelar Polda Jabar untuk Cegah Pemudik dan Sosialisasi Covid-19 yang Mengintai

Ia melihat jika pengelolaan usaha ritel tidak baik maka akan sulit berkembang dan bertahan.

Apalagi sekarang era digital semua bisa dikelola lewat teknologi informasi mulai dari stok barang hingga laporan keuangan, katanya.

Termasuk soal pelayanan harus bisa memberikan yang terbaik kepada konsumen, dalam usaha retail semua orang bisa membuka usaha sehingga tidak ada monopoli dan kunci memenangi persaingan ada di pelayanan, ujarnya.

Baca Juga: Satu Musim 2020 Berlalu Dua Seri 2021 Terlewati, Marc Marquez Membalap Lagi di MotoGP Portugal 2021 Pekan Ini

Selain itu, ia berpesan agar pelaku usaha retail memberi ruang bagi produk UKM lokal dengan membuatkan pojok khusus UMKM yang bisa terlihat.

Sementara Direktur Utama PT Nagari Minang Sakato Nasirman Chan selaku pengelola Nagari Mart menyampaikan kehadiran Nagari Mart merupakan upaya memudahkan masyarakat yang ada di nagari memenuhi kebutuhan belanja harian.

"Jadi tidak perlu harus ke kota lagi dalam pengelolaan dan kerja sama menerapkan sistem koperasi," kata dia.

Baca Juga: Rumah Sakit Stroke Nasional Bukittinggi Ganti Nama Jadi Rumah Sakit Otak DR. Drs. Muhammad Hatta

Ia menyampaikan saat ini ada sekitar 1.000 nagari di Sumbar dan jika 10 persen saja siap bekerja sama mendirikan Nagari Mart itu sudah luar biasa.

Sejalan dengan itu Ketua Kadin Sumbar, Ramal saleh menyampaikan saat ini terdapat 600 ribu pelaku UKM di Sumbar dan jika didukung dengan baik maka Sumbar sudah punya 10 persen wirausaha dibandingkan total penduduk.***

Editor: Amir Hamzah


Tags

Terkini

X