Seberapa Pentingnya Antibodi Dibandingkan Masker dan Hand Sanitizer?

- 15 September 2020, 19:13 WIB
Pentingnya Antibody /Ist/

POJOKNEWS - Banyak orang lebih panik saat masker atau hand sanitizer hilang dari pasaran. Fenomena ini menjadi trend saat pandemi melanda Indonesia.

Dalam sebuah seminar mengenai Covid-19 dan penanganannya, DR. Ir. Hj. Sri Nurdiati (Dekan FMIPA IPB dan Dosen Biokimia IPB) yang hadir sebagai narasumber menjelaskan lebih jauh tentang pentingnya antibodi.

Banyak orang nggak sadar pentingnya "antibodi" dalam tubuh, dimana stoknya harus selalu ada.

"Yang terjadi saat ini adalah, orang lebih panik saat masker dan hand sanitizer hilang di pasaran. Harusnya! Kita lebih panik apabila "antibodi" hilang di tubuh, karena ketika virus datang tidak mungkin bisa dicegah," jelas Sri.

Di sisi lain pada sesi diskusi ini penekanannya adalah;
1. Virus itu hanya bisa dikalahkan oleh antibodi.
2. "Antibodi" yang terdapat di dalam tubuh itu layaknya pabrik, kadang stok banyak, kadang sedikit.
3. Supaya produksi "anti bodi" banyak, sering-seringlah mengkonsumsi vitamin C dan E setiap hari serta berjemur 'Sinar Matahari Pagi'.
4. Virus itu tidak mungkin dihindari, jadi pasti selalu ada. Contohnya kalau bersin, bisa dipastikan ada virus disitu. Bersin merupakan indikasi tubuh menolak virus.
5. Kalau berhasil tembus ke hidung dekat tenggorokan, tubuh akan batuk. Ini juga merupakan tanda penolakan.
6. Apabila masih tembus juga, baru demam. Kalau masih tembus juga, barulah "antibodi" keluar dari pabriknya untuk berperang melawan virus.

Selain antibodi, kelemahan virus juga ada pada sabun.Jadi bila hand sanitizer tidak ada, jangan panik!

Pakai sabun apa saja bisa, bahkan sabun cuci piring. Sebab dalam hitungan 3-5 menit, virus akan mati oleh sabun.

Tubuh kita, melalui antibodi akan merekam virus selama 14 hari. Apabila kita sembuh dan suatu saat kena corona lagi, sel memori ini akan aktif dalam 24 jam.

Jadi, marilah kita lebih fokus ke dalam tubuh dengan meyakinkan bahwa antibodi selalu tersedia.

Halaman:

Editor: Amir Hamzah


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X