Mudik 2021 Dilarang, Kendaraan Juga Tidak Diizinkan untuk Pulang Kampung, Kecuali Kendaraan Berikut ini!

- 10 April 2021, 15:36 WIB
Pemerintah secara resmi melarang masyarakat untuk mudik pada lebaran 2021 mendatang dan dikuatkan dengan Peraturan Menteri No 13 Tahun 2021.
Pemerintah secara resmi melarang masyarakat untuk mudik pada lebaran 2021 mendatang dan dikuatkan dengan Peraturan Menteri No 13 Tahun 2021. /Sumber: Freepik/

POJOKNEWS - Lebaran tahun ini untuk kedua kalinya masyarakat dilarang melakukan mudik ke kampung halaman. Mudik 2021 dilarang, berikut moda transportasi dilarang juga digunakan untuk mudik.

Pemerintah telah resmi mengeluarkan kebijakan mudik 2021 dilarang dulakukan oleh seluruh lapisan masyarakat. Kebijakan mudik dilarang mulai 6-17 Mei 2021.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan ada dua kriteria kendaraan darat yang dilarang. Pertama kendaraan umum jenis mobil bus dan mobil penumpang, kedua yaitu kendaraan perseorangan jenis mobil penumpang, mobil bus, dan sepeda motor.

Meski begitu, setidaknya ada sejumlah pengecualian penggunaan kendaraan selama masa larangan mudik.

Baca Juga: Mike Tyson Akan Turun di 3 Laga Eshibisi Tahun 2021, Salah Satunya Hadapi Juara Duni Terkini; Tyson Fury

Dikutip dari PMJNews, pengecualian ini diberikan untuk kategori tertentu, di antaranya:
1. Kendaraan pimpinan lembaga tinggi negara
2. Kendaraan dinas operasional berpelat dinas, TNI dan Polri
3. Kendaraan dinas operasional petugas jalan tol
4. Kendaraan pemadam kebakaran ambulans dan mobil jenazah
5. Kendaraan yang digunakan untuk pelayanan kesehatan darurat, ibu hamil, anggota keluarga inti

Baca Juga: Lagi 1 Terduga Teroris Ditangkap di Jakarta, Diciduk Usai Sholat Jumat

Selain kendaraan tersebut, masyarakat juga dapat memperoleh pengecualian untuk kategori sebagai berikut:
1. Terhadap masyarakat yang melakukan kunjungan terhadap keluarga sakit
2. Terhadap masyarakat yang melakukan kunjungan duka atas anggota keluarga yang meninggal
3. Perjalanan ibu hamil dengan 1 orang pendamping
4. Perjalanan kendaraan untuk tujuan melahirkan dengan pendamping maksimal 2 orang.
5. Kendaraan masyarakat dalam rangka pelayanan kesehatan darurat
6. Pekerja (ASN, pegawai BUMN/BUMD, Polri, TNI, pegawai swasta) asal dilengkapi dengan surat tugas dan tanda tangan basah dan cap basah dari pimpinan.***

Editor: Amir Hamzah


Tags

Terkini

X