4 Momen Libur Panjang yang Membuat Kasus Corona Meningkat Tajam dan Cetus Kebijakan Mudik 2021 Dilarang

- 26 April 2021, 11:03 WIB
  Posko Penyekatan larangan mudik untuk daerah Garut
Posko Penyekatan larangan mudik untuk daerah Garut /Pangandaran Pikiran Rakyat/

POJOKNEWS - Pemerintah kembali membuat kebijakan ketat melarang mudik 2021. Presiden Joko Widodo menyampaikan urgensi larangan mudik dalam menyambut Idulfitri 1442 H. Setidaknya ada empat momen liburan panjang yang membuat peningkatan tajam kasus Covid-19.

Presiden Jokowi secara detail membeberkan ancaman penularan Covid-19 yang senantiasa menghantui anak bangsa di saat-saat pelaksanaan libur panjang, sepanjang 2020-2021. Setidaknya, ada empat momen krusial yang dialami bangsa ini terkait penularan Covid-19.

Hal itulah, yang menurut Presiden Jokowi, menjadi pertimbangan utama dalam memutuskan pelarangan mudik lebaran 2021. “Keputusan ini diambil melalui berbagai macam pertimbangan, karena pengalaman tahun lalu terjadi tren kenaikan kasus setelah empat kali libur panjang,” kata Presiden Jokowi.

Dikutip dari Indonesia.go.id, Presiden Jokowi membeberkan data bahwa kasus penularan Covid-19 naik signifikan pertama kali saat libur Idulfitri tahun lalu. Ketika itu, kenaikan kasus harian mencapai 93 persen dan terjadi tingkat kematian mingguan hingga 66 persen.

Baca Juga: Bahaya! Jenderal TNI Ditembak Mati di Papua, Kepala BIN Daerah Papua Gugur di Tangan Pemberontak

Kemudian, kenaikan kasus Covid-19 yang kedua terjadi saat libur panjang pada 20-23 Agustus 2020. Akibat momentum itu, terjadi kenaikan hingga 119 persen dan tingkat kematian mingguan meningkat hingga 57 persen.

Selanjutnya titik krusial ketiga terjadi pascalibur panjang pada 28 Oktober-1 November 2020 yang menyebabkan terjadinya kenaikan kasus Covid-19 hingga 95 persen dan kenaikan tingkat kematian mingguan mencapai 75 persen.

Dan momentum pencetus kenaikan kasus Covid-19 yang keempat terjadi seiring libur di akhir tahun, 24 Desember 2020-3 Januari 2021. Di mana tercatat ada kenaikan jumlah kasus harian mencapai 78 persen dan kenaikan tingkat kematian mingguan hingga 46 persen.

Baca Juga: Ervina Lubis, Ibu Muda yang Hilang di Pekanbaru Belum Ditemukan, Suami Naikan Sayembara Jadi Rp 125 Juta

Halaman:

Editor: Amir Hamzah

Sumber: indonesia.go.id


Tags

Terkini

X