Anies Baswedan Tak Pernah Lontarkan Istilah 'PSBB Total', dari Mana Asalnya?

- 15 September 2020, 14:13 WIB
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan kembali berlakukan PSBB ketat /anies/gubernur dki

POJOKNEWS - Istilah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSSB) Total menjadi kontroversi di tengah-tengah masyarakat.

Istilah tersebut sering dilabelkan pada kebijakan Anies yang memberlakukan kembali aturan PSBB seperti sedia kala terhitung tanggal 14 September 2020. Padahal, faktanya Gubernur Anies sama sekali tidak pernah mengucapkan istilah 'PSBB Total'.

Hal tersebut ditegaskan langsung oleh Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Doni Monardo.

"Saya mengikuti perkembangannya, Pak Anies tidak pernah menyebutkan PSBB Jakarta total," kata Doni Monardo.

"Saya menonton secara penuh dua jumpa pers Anies Baswedan pada hari Rabu (9/9/2020) yang mengumumkan keputusan menarik rem darurat dengan menerapkan PSBB seperti di awal pandemik, juga video konferensi pers dengan tema yang sama, pada hari Minggu (13/9/2020). Tidak ada penggunaan istilah 'PSBB Total'," tegasnya.

Lalu darimana datangnya istilah PSBB Total? Istilah ini justru datang dari media-media nasional yang mungkin saja mencoba menafsirkan PSBB kali ini berbeda dengan PSBB Transisi, sehingga ditambahkanlah kata 'Total'.

Doni mengungkapkan, Satgas COVID-19 juga mengapresiasi langkah Anies dalam hal PSBB Jakarta.

"Kami memberikan apresiasi kepada Gubernur DKI, Bapak Anies Baswedan yang telah bijaksana (PSBB Jakarta). Dalam hal ini, ya memilih opsi tetap kesehatan yang utama, tetapi juga mempertimbangkan masyarakat yang memang memerlukan aktivitas sehari-hari untuk mendapatkan penghasilan," ungkapnya.

Sejumlah sektor usaha yang masih boleh beroperasi selama PSBB Jakarta ketat, antara lain, perusahaan kesehatan, usaha bahan pangan, energi, telekomunikasi dan teknologi informatika. Kemudian sektor keuangan, logistik, perhotelan, dan konstruksi.

Halaman:

Editor: Adi Restu


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X