Polemik Baliho Habib Rizieq Diakhiri Aksi 500 Personel Gabungan yang Turunkan Semua Baliho Ilegal

- 20 November 2020, 22:17 WIB
Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurrahman, mengusulkan agar pemerintah membubarkan organisasi FPI. /ANTARA TV/Tangkapan layar Antara TV

POJOKNEWS - Insiden penurunan baliho bergambar Habib Rizieq sempat menjadi polemik. Ada yang menduga sebagian oknum yang menurunkan adalah TNI beserta Satpol PP. Namun Front Pembela Islam (FPI) tidak mencurigai TNI sebagai pelakunya.

FPI menilai, TNI sebagai kawan yang tak mungkin melakukan aksi tertutup tersebut. Namun, polemik ini seperti anti klimak setelah Pangdam Jaya dengan tiba-tiba menyatakan sebagai pihak yang bertanggung jawab terhadap penurunan baliho Habib Rizieq tersebut.

Dengan kekuatan penuh didukung TNI dalam hal ini Kodam Jaya beserta Panglima Kodam Jaya, 500 personel gabungan akhirnya dengan resmi menertibkan semua baliho yang terpasang dengan tanpa izin di seluruh wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Sebagaimana dikutip dari Antara, disebutkan, sebanyak 500 personel diturunkan yang terdiri dari unsur TNI, POLRI dan Satuan Pamong Praja (Satpol PP).

Komandan Kodim (Dandim) 05/01 JP BS Kolonel Infanteri Luqman Arief sebagai pemimpin kegiatan tersebut menuturkan bahwa pencopotan baliho dilakukan karena tidak sesuai aturan.

Baca Juga: Kasus Ayla Tabrak CBR1000RR di Purwokerto, Korban Memilih Damai, Tolak Ganti Rugi Rumah Plus Mobil

"Ini bagian dari kegiatan pilar sebagai patroli pengamanan dan kami juga melakukan pelepasan baliho-baliho yang terpasang tidak sesuai aturan," kata Luqman Arief pada Jumat 20 November 2020.

Ada beberapa kendaraan taktis diturunkan dalam pengamanan di wilayah Jakarta Pusat yakni empat panser anoa dan puluhan motor yang dikendarai baik petugas TNI dan Brimob Polri.

Beberapa baliho yang ditertibkan diantaranya baliho partai, ada baliho milik Waskita, dan baliho sisa penyambutan Habib Rizieq yang dipasang pendukungnya.

Halaman:

Editor: Amir Hamzah


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X