PANDI Lampaui Target di Tahun 2020, Kini Siapkan Strategi Baru di 2021

- 28 Januari 2021, 20:00 WIB
Konferensi pers PANDI
Konferensi pers PANDI /Pandi



POJOKNEWS - PANDI (Pengelola Nama Domain Internet Indonesia), Registri Nama Domain Tingkat Tinggi Kode Negara Indonesia domain .ID, berhasil melampaui target 472.569 nama domain pada tahun 2020.

Terhitung per 31 Desember 2021, PANDI telah mencapai jumlah nama domain yang terdaftar sebanyak 486.814 nama domain atau naik sebanyak 133.909 atau 37,94% nama domain dari tahun 2019 dengan 352.905 nama domain.

Data pertumbuhan nama domain PANDI menyimpulkan bahwa nama domain.id semakin dilirik dan diminati oleh masyarakat Indonesia dan mancanegara. Persebaran nama domain terdiri atas 453.100 nama domain yang didaftarkan oleh masyarakat Indonesia dan 33.714 nama domain yang didaftarkan oleh masyarakat dari mancanegara.

Pencapaian ini tidak lepas dari strategi PANDI yang terus meningkatkan kerja sama dengan register PANDI. Tahun 2020, PANDI memberikan akreditasi kepada 3 registrar baru dan memiliki total 22 registri. PANDI juga menjalin kerja sama dengan berbagai mitra strategis seperti Kemenkominfo,

Kemenkumham, PUSINFOLAHTA TNI, APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia), PPI (Persatuan Pelajar Indonesia), BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi), institusi pendidikan, dan komunitas seni budaya dalam meningkatkan brand awareness nama domain .id.

Dalam praktiknya, PANDI bekerja sama dengan komunitas lokal maupun internasional. Di skala internasional, PANDI juga ikut berkontribusi dengan bergabung sebagai board member di APTLD (Asia Pacific Top Level Domain Name Association).

PANDI selaku Registri .id juga telah mencetak tonggak sejarah baru dengan berhasil mengembangkan SRM (Sistem Registri Mandiri) terpercaya dan tidak tergantung pada pihak lain dalam pengelolaan sistem Registri.

Desember 2020, PANDI juga melaksanakan selebrasi Program MIMDAN (Merajut Indonesia Melalui Digitalisasi Aksara Nusantara), sebuah program PANDI dalam rangka mengupayakan proses digitisasi dan digitalisasi 7 aksara nusantara yaitu aksara Jawa, Sunda, Bugis (lontara), Rejang, Batak, Makassar dan Bali.

Proses digitalisasi tersebut berupa pendaftaran ke Unicode sampai dengan ke ICANN (Internet Corporation for Assigned Names and Numbers). Saat ini, proses digitalisasi aksara Jawa tengah berjalan pada tahap pendaftaran di ICANN.

Melalui program MIMDAN, bentuk komitmen PANDI dalam melestankan budaya aksara daerah dan peningkatan literasi digital. Selanjutnya PANDI akan mendaftarkan aksara yang sudah terdaftar di Unicode menjadi Top Level Domain di ICANN agar bisa dipergunakan di internet.

Digitisasi Aksara di Unicode send adalah suatu standar teknis pengkodean internasional mengenai teks dan simbol dari sistem tulisan di dunia untuk ditampilkan pada komputer, laptop, atau ponsel.

Standar yang digunakan Merajut Indonesia adalah bentuk komitmen PANDI dalam melestarikan budaya aksara daerah dan peningkatan literasi digital.

Selanjutnya PANDI akan mendaftarkan aksara yang sudah terdaftar di Unicode menjadi Top Level Domain di ICANN agar bisa dipergunakan di internet.

Digitalisasi Aksara di Unicode sendiri adalah suatu standar teknis pengkodean internasional mengenai teks dan simbol dari sistern tulisan di dunia untuk ditampilkan pada komputer, laptop, atau ponsel. Standar yang digunakan adalah Universal Character Set.

Di tengah pandemi Covid-19, PANDI membuktikan kemampuan beradaptasi dan tetap mencapai prestasi yang tercermin dengan pencapatan di tahun 2020.

"Pencapaian karni di tahun 2020, tidak luput dan mindset percepatan transformasi digital yang mengharuskan kita untuk beradaptasi dengan situasi anomali," tutur Ketua PANDI, Prof. Yudho Sucahyo dalam acara konferensi pers PANDI 2021 yang digelar secara daring, Rabu (27/01/2021).

"Dengan kemampuan beradaptasi yang dilakukan oleh seluruh jajaran organisasi PANDI kami options untuk mengusung masa depan PANDI dengan target meraih standar baru yaitu menuju Registrl kelas dunia." tambahnya.

Dengan pencapaian 2020, PANDI menyiapkan strategi baru untuk mengejar target yang lebih optimis di tahun 2021 yakni 532.213 nama domain. (***)

Editor: Adi Restu


Tags

Terkini

X